Seni Religi Gambus

Panggung Seni Religi, merupakan salah satu panggung yang dipertontonkan di Festival Malang Kembali VI 2011. Salah satu pertunjukan yang disuguhkan pada panggung ini yaitu gambus. Gambus merupakan salah satu musik yang telah berusia ratusan tahun dan sampai kini masih tetap populer. Gambus berkembang sejak abad ke-19.
Saat ini jenis gambus ada dua, yaitu gambus klasik dan gambus modern. Gambus klasik adalah gambus yang menggunakan alat-alat musik dari Arab. Sedangkan gambus modern merupakan gambus yang telah dimodifikasi dengan menggunakan alat-alat musik modern seperti gitar, drum, dll.
Gambus berkembang sejak abad ke-19, bersama dengan kedatangan para imigran Arab dari Hadramaut (Republik Yaman) ke nusantara. Kalau para wali songo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah, para imigran Hadramaut yang datang belakangan menjadikan gambus sebagai sarananya.

Dengan menggunakan syair-syair kasidah, gambus mengajak masyarakat mendekatkan diri pada Allah dan mengikuti teladan Rasul-Nya. Pada mulanya, para imigran Arab membawa sendiri peralatan petik gambus dari negeri asalnya. Tetapi kini sudah diproduksi sendiri, yang tidak kalah mutunya. Musik petik gambus ini di Timur Tengah dinamai oud. Jadi istilah gambus hanya dikenal di Indonesia.
Sementara kasidahan mengumandangkan salawat kepada Nabi, gambus berkembang jadi sarana hiburan. Tidak heran pada 1940-an sampai 1960-an (sebelum muncul dangdut), gambus merupakan sajian yang hampir tidak pernah ketinggalan dalam pesta-pesta perkawinan dan khitanan. Gambus sebenarnya cikal bakal dari musik dangdut yang sekarang telah menjadi konsumsi pencinta musik, tidak hanya di level menengah dan bawah saja, tapi sudah masuk ke kalangan di level atas.
Saat penulis melintas di depan Panggung Seni Religi ini, penulis melihat ada 4 orang sedang melakukan latihan tarian dengan alunan musik gambus. Pada kesempatan ini yang mempertontonkan aksinya yaitu anak-anak Unit Kegiatan Mahasiswa Religius dari Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang).
kagak ada arti dari seni religius !! pembodohan !!!