Seperti Masih Ada
Hari Minggu, 16 Maret 1980. Jam 7.00 pagi saya menyiapkan sarapan seperti biasanya: air jeruk, sepotong roti, pepaya, telur setengah matang. Saya taruh di atas baki, lalu saya bawa ke kamar kerja Tuan Besar di ruangan paling depan rumah.
Begitu masuk ke dalam, saya kaget sekali. Kamar kerja masih semrawut penuh perabotan karena ruangan tengah masih dikosongkan untuk tamu-tamu pelayat. Kenapa saya menyiapkan sarapan? Ah, kenapa saya tidak sadar bahwa Tuan Besar sudah tidak ada lagi? Saya meletakkan baki di atas karpet di lantai, lalu masuk kamar mandi Nyonya Besar sambil menangis dalam segala kesedihan saya.
Suyatmi Surip, Pribadi Manusia Hatta, Seri 4, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply