Singo Edan dari Akar Wangi
Malang memiliki banyak tempat wisata, maka tidaklah heran jika sering dijumpai beraneka macam jenis tanda mata di kota ini. Tapi tidaklah semua tanda mata itu berasal dari wilayah Malang saja. Para pengrajin dari kota-kota lain juga sudah banyak menyerbu pasaran di kota ini. Bapak Sanuji salah satunya, beliau adalah pengrajin yang berasal dari Yogyakarta. Beliau menjajakan kerajinannya di beberapa tempat wisata di seputaran Malang. Dan untuk menyemarakkan Festival Malang Kembali 2010, Bapak Sanuji juga turut serta membuka stan yang letaknya tidak jauh dari Gerbang Simpang Balapan. Ini adalah kali ketiga beliau berperan serta dalam Festival Malang Kembali.
Stan Bapak Sanuji ini menyediakan kerajinan bambu dan akar wangi. Kerajinan bambu berupa: suling, kluntung, terompet, gasing, mainan yang mengeluarkan suara burung, dan mainan yang mengeluarkan suara belalang. Kerajinan akar wangi berupa boneka dan gantungan kunci: singa, buaya, kura-kura, gajah, dan kuda. Kerajinan ini berasal dari desa di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Di sana ada sekitar 9 sampai 10 desa yang pencarian utama warganya adalah pengrajin bambu dan akar wangi. Sementara bahan dasarnya didatangkan dari desa tetangga sebab sumber di desa-desa terkait sudah habis.
Kerajinan bambu yang dijual di stan Bapak Sanuji harganya relatif murah. Untuk mainan umumnya dijual seharga Rp 5.000 dan kluntung (hiasan bambu yang biasa digantungkan dan berbunyi jika tertiup angin) seharga Rp 20.000.
Kerajinan akar wangi yang paling kecil bisa kita peroleh dalam bentuk gantungan kunci, dengan uang Rp 10.000 kita sudah dapat 3 buah gantungan kunci akar wangi. Untuk boneka akar wangi ukuran paling kecil dijual seharga Rp 15.000. Di sini juga kita bisa temukan boneka kebanggaan Arema yaitu Singo Edan dalam ukuran yang cukup besar seharga Rp 50.000, sangat bagus sebagai pajangan di dalam rumah.

sip singo edan temenan MALANG