Sisingamangaraja XII
Nama aslinya adalah Patuan Besar Ompu Pulo Batu. Nama Sisingamangaraja XII baru dipakainya pada tahun 1867, setelah ia diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya yang mangkat.
Setelah berhasil menguasai Sumatera Timur dan Aceh, Belanda berusaha memperluas daerah kekuasaannya ke Tapanuli. Belanda kemudian menyerang dan berhasil menguasai Kota Natal, Mandailing, Angkola, Sipirok di bagian selatan dan timur Tapanuli. Belanda juga menempatkan pasukan di Tarutung dengan dalih melindungi para penyebar agama Kristen yang tergabung dalam Rhijusnhezending.
Gerak pasukan Belanda yang mempersempit wilayah kekuasaan kerajaan Batak ini, dijawab Raja Sisingamangaraja XII dengan menyerang markas Belanda di Tarutung. Perang juga terjadi di Butar, Bahalbatu, Balige, Siborong-borong, Lumbanjulu, dan Labu Boti. Pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII dipusatkan di Bakara.
Belanda semakin gencar melakukan penyerangan ke dearah-daerah yang masih setia kepada Raja Sisingamangaraja XII. Kekuatan pasukan Belanda menjadi lebih besar dengan bantuan pasukan dari Aceh, melalui daerah Gayo dan Alas, yang dipimpin oleh Van Daalen. Operasi pasukan Belanda akhirnya sampai di Pak-pak dan Dairi. Kemudian pada bulan Mei 1907 pasukan Belanda yang dipimpin Hans Christoffel dengan pasukannya bergerak mencari Sisingamangaraja XII dengan para pengikutnya. Pasukan Sisingamangaraja XII akhirnya terkepung.
Namun, Hans gagal menangkap Sisingamangaraja XII. Ia hanya menangkap istri, anak-anak, dan ibunya yang bernama Boru Situmorang. Sisingamangaraja XII yang menyingkir ke Denhan, terus dikejar oleh pasukan Belanda. Akhirnya, 17 Juni 1907 pasukan Hans dapat mematahkan pertahanan terakhir pasukan Sisingamangaraja XII di daerah Dairi. Sisingamangaraja XII tertembak dan meninggal. Ia gugur bersama dengan seorang putrinya -Lopian dan dua orang putranya - Patuan Nagari dan Patuan Anggi.
Sementara itu istri, ibu, dan anak-anaknya yang lain, tetap menjadi tawanan Belanda. Sejak Sisingamangaraja XII gugur, seluruh Tanah Batak dikuasai oleh Belanda. Semula Sisingamangaraja XII dimakamkan di Tarutung, tetapi kemudian dipindahkan ke Balige dan akhirnya ke Pulau Samosir.
Perang yang dipimpin Sisingamangaraja XII disebut Perang Batak atau Perang Sisingamangaraja dimulai tahun 1878 dan berakhir tahun 1907.
Untuk menghormati jasa-jasanya, Sisingamangaraja XII diberi gelar Pahlawan Nasional melalui SK Presiden No. 590 tahun 1961 tanggal 9 November 1961.
Sumber:
Sejarah untuk SMP dan MTs oleh Dr. Nana NurlianaSoeyono, MA dan Dra. Sudarini Suhartono, MA
Kisah Heroik Pahlawan Nasional Terpopuler, Amir Hendarsah
Leave a Reply