Perkebunan Kakao di Glenmore Banyuwangi
Pada tanggal 16-18 Agustus 2009, KSU Pointer mengadakan rekreasi ke Daerah Kalibaru, Banyuwangi. Dalam perjalanan wisata ini, Kalibaru Cottages selaku penyelenggara wisata memberikan alternatif berwisata yang berbeda dari beberapa penyelenggara wisata lainnya. Wisata pendidikan (study tour) adalah nama untuk wisata yang diselenggarakan oleh Kalibaru Cottages. Kami diajak berkunjung ke beberapa perkebunan dan tempat pengolahan hasil kebun, diantaranya adalah perkebunan kakao dan tempat pengolahannya. Kunjungan ke perkebunan kakao dilaksanakan pada hari Selasa 18 Agustus 2009 pukul 10.30 setelah mengunjungi perkebunan karet. Perkebunan kakao yang kami kunjungi merupakan perkebunan milik swasta (PT. Glen More) yang terletak di Desa Glenmore, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, kira-kira 45 menit dari Kalibaru Cottages tempat kami menginap. Luas perkebunan kakao di Glenmore kira-kira mencapai 500 hektar. Peserta yang penasaran langsung berhamburan ke perkebunan yang menghasilkan makanan yang difavoritkan hampir semua orang ini. Melihat buah kakao yang sangat lebat dan mencari buah yang sudah masak merupakan suasana yang sangat berkesan. Wisata ini bukan hanya membuat kami senang, tetapi juga memberi kami wawasan baru tentang perkebunan kakao di Indonesia terutama Banyuwangi.

Kami sedang berlomba mencari kakao yang sudah masak
A. Jenis Kakao
Tanaman kakao (Theobroma Cacao L) atau lebih dikenal dengan nama cokelat berasal dari hutan di Amerika Serikat. Jenis tanaman kakao ada berbagai macam tetapi yang banyak dikembangkan sebagai tanaman perkebunan ada tiga, yaitu: criollo, forastero, dan trinitario.
1. Criollo menghasilkan biji cokelat yang bermutu tinggi dan dikenal sebagai edel cocoa atau cokelat mulia. Kulit buah berwarna merah atau hijau, berbintil-bintil kasar dan lunak. Bijinya berbentuk bulat dan berukuran besar, kulit bijinya (kotiledon) berwarna putih waktu masih basah, biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan cokelat bermutu tinggi.
2. Forastero menghasilkan cokelat yang bermutu sedang, dikenal dengan bulk cocoa atau ordinary cocoa. Kulit buah berwarna hijau dan tebal. Bijinya tipis atau gepeng dan kulit bijinya (kotiledon) berwarna ungu waktu masih basah.
3. Trinitario merupakan campuran atau hibrida dari jenis criollo dan forastero sehingga cokelat jenis ini sangat heterogen baik warna kulit, bentuk biji, maupun mutunya.
Menurut keterangan pemandu, kakao di perkebunan Glenmore ini ada yang kulit buahnya merah, hijau, dan kuning yang menghasilkan jenis edel cocoa dan bulk cocoa. Kami bisa dengan mudah mengenali kakao dari warna kulitnya tetapi sangat sulit untuk membedakan mana yang edel dan mana yang bulk pada waktu kakao masih terbungkus kulit. Pada saat kami buka beberapa buah kakao yang sudah masak, semua bijinya tidak ada yang bulat dan berwarna putih, ini berarti semuanya termasuk bulk cocoa.
Edel cocoa berwarna lebih terang dibanding bulk cocoa
B. Bagian Tanaman Kakao
Tanaman kakao yang berasal dari biji (generatif) mempunyai akar tunggang yang tumbuh lurus ke bawah dan memiliki beberapa akar sekunder yang menyebar di sekitar pohon. Tanaman yang berasal dari stek tidak mempunyai akar tunggang tetapi mempunyai beberapa akar yang berfungsi seperti akar tunggang.
Tanaman kakao mempunyai cabang yang bersifat dimorphous (dua tipe cabang) yaitu cabang yang selalu tumbuh vertikal dan cabang yang selalu tumbuh horizontal. Batang kakao membentuk 3-6 cabang kipas yang bertemu pada satu titik yang disebut jorquette.
Cabang-cabang pada pohon kakao
Daun kakao berwarna hijau tua, berbentuk lonjong, dan kaku. Lebar dan panjang daun kakao tergantung kesuburan tanaman. Pada tanaman yang subur, panjang daun kakao bisa mencapai 30 cm. Daun muda ada yang berwarna hijau muda, hijau kemerahan, atau merah, tergantung jenis kakaonya.
Tanaman kakao berbunga sepanjang tahun, tumbuh secara berkelompok pada bantal-bantal bunga yang menempel pada batang, cabang, dan ranting pohon. Setiap bunga mengandung benang sari dan putik yang berarti tanaman ini bersifat hermaprodit.
Bunga kakao berkulit hijau dan bunga kakao berkulit merah
Kulit buah kakao ada yang berwarna hijau atau merah. Kulit yang berwarna hijau muda atau hijau tua akan berubah menjadi kuning pada waktu kakao sudah masak, sedangkan kakao yang berkulit merah pada waktu sudah masak akan berubah menjadi oranye. Buah kakao menjadi masak setelah 5-6 bulan dari proses penyerbukan. Setiap tongkol kakao forastero berisi 30-50 biji dengan berat 0,8 sampai 1,3 gram per biji.

Kakao berkulit merah dan kakao berkulit hijau
Biji kakao jenis forastero dalam kondisi masih basah
C. Syarat Tumbuh Tanaman Kakao
Tanaman kakao dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian kurang dari 600 meter di atas permukaan laut. Lapisan tanah minimum setebal 90 cm, cukup gembur, banyak mengandung humus dan bahan organik, memiliki kadar hara yang tinggi dengan keseimbangan yang baik, memiliki pH 6-7,5, dan mengandung cukup air dan udara. Tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai suhu dan kelembaban seperti hutan tropis, yang memiliki curah hujan 1.300-1.500 mm/tahun.
Glenmore berada pada ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Udaranya yang sejuk, tanah yang gembur, dan tersedianya cukup air membuat daerah ini sangat cocok untuk dijadikan perkebunan kakao. Oleh sebab itu, kakao di Glenmore tumbuh subur dan berbuah lebat.

Kakao di Glenmore berbuah lebat
D. Pembibitan
Bibit kakao dipilih dari pohon yang sudah berusia lebih dari 10 tahun, sehat, berbatang kokoh, berbuah lebat. Bibit diambil dari buah yang bentuknya normal, tidak terserang penyakit, dan sudah masak. Kulit buah dibuka, biji diambil bagian poros atau tengah buah kira-kira satu tongkol diambil 20-25 biji saja. Biji dibersihkan lendirnya, dicuci dengan fungisida, dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering biji siap disemaikan. Biji cokelat hanya dapat bertahan maksimum 3 minggu setelah pemetikan. Benih disemaikan pada bedengan dengan jarak 2,5 cm x 5 cm. Bedengan ditutup dengan ilalang kering dan disiram setiap pagi dan sore. Setelah berumur 4-5 hari benih sudah mulai berkecambah dan setelah keping benih tersembul ke atas, bibit harus segera dipindahkan ke polibag dan disiram 2 kali sehari. Pemupukan dilakukan 14 hari sekali sampai bibit berumur tiga bulan.
Pada waktu berkunjung ke perkebunan kakao di Glenmore, kami tidak menemukan pembibitan kakao.
E. Penanaman Kakao
Bibit kakao ditanam pada usia kurang lebih 4 bulan. Lahan yang akan ditanami kakao dibuat lubang sedalam 30-80 cm tergantung pada tekstur tanahnya. Tanaman kakao membutuhkan pohon pelindung yang sebaiknya ditanam satu tahun sebelum penanaman kakao. Pohon pelindung yang paling baik untuk tanaman kakao adalah lamtoro. Jarak antar tanaman kakao adalah 3 m x 3 m, jarak antar tanaman pelindung adalah 3 m x 6 m, sedangkan jarak antara tanaman kakao dengan tanaman pelindung adalah 1,5 m.

Perkebunan kakao di Glenmore menggunakan lamtoro sebagai pohon pelindung
Pemupukan tanaman yang belum berproduksi adalah 2-3 kali dalam setahun tergantung kebutuhan, sedangkan untuk tanaman yang sudah berproduksi dilakukan dua kali setahun yaitu pada permulaan musim hujan dan pada akhir musim hujan.
F. Pemangkasan
Pemangkasan pada tanaman kakao ada tiga jenis, yaitu: pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi. Pemangkasan bentuk dilakukan pada waktu pohon kakao masih berumur kurang dari satu tahun. Pemangkasan bertujuan untuk mendapatkan cabang-cabang yang arahnya merata supaya pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada usia kurang dari dua tahun. Pemangkasan ini bertujuan untuk membuang cabang yang kering, menggantung, melintang, atau terlalu rimbun. Pemangkasan produksi bertujuan untuk mendorong tanaman berproduksi maksimum. Pemangkasan ini dilakukan dengan membuang daun-daun yang terlalu lebat sehingga sinar matahari dapat mencapai tajuk yang lebih dalam. Dengan demikian dapat meningkatkan makanan dari daun untuk perkembangan buah kakao. Disamping itu dapat pula dilakukan pemangkasan pohon pelindung. Pemangkasan dilakukan pada pohon pelindung terlalu rimbun dan cabang-cabang yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Pemangkasan dilakukan satu tahun sekali pada awal musim hujan secara berselang seling antara pohon pelindung yang saling berdekatan supaya fungsinya sebagai pelindung tetap terjaga. Daun dan ranting yang sudah dipangkas ditaruh di bawah pohon kakao dan dibiarkan hancur menjadi pupuk organik.
Pemangkasan ranting dan daun kakao untuk meningkatkan produksi
G. Hama dan Penyakit
Hama tanaman kakao antara lain: penggerek cabang, kepik penghisap buah, penggerek buah, kutu putih, ulat kantong, semut, dan toxoptera aurantii bayer. Di perkebunan Glenmore saya menemukan beberapa buah coklat yang diserang hama kutu putih (planococus citri) sehingga kulit buahnya menjadi rusak.
Buah kakao yang terserang hama kutu putih
Pada cabang beberapa tanaman coklat saya lihat, ada kantong plastik yang menggantung. Menurut keterangan pemandu, kantong plastik ini berisi gula merah. Gula merah pada kantong plastik ini digunakan untuk menarik semut yang banyak berada di pohon kakao agar semut-semut itu tidak mengganggu perkembangan bunga kakao. Semut menyukai bunga kakao karena menurut keterangan yang kami peroleh bunga kakao ini rasanya manis.
Kantong plastik berisi gula untuk menarik semut yang merusak bunga kakao
Beberapa penyakit pada tanaman kakao antara lain:
- Busuk buah dan kanker batang yang disebabkan oleh cendawan Phytoptora palmivora butler. Biasanya ditandai dengan ujung buah yang berupa bercak hitam.
Buah yang terserang penyakit busuk buah
- Busuk buah diplodia yang meninggalkan spora berwarna hitam pada waktu buah yang terserang sudah mengering.
Bagian tanaman yang terserang busuk buah diplodia
- Vascular steak dieback (VSD) disebabkan oleh jamur oncobasidium theobromae yang ditandai dengan bintik-bintik kecil berwarna hijau pada daun yang terinfeksi.
- Bercak daun, mati ranting, dan busuk buah disebabkan oleh jamur colletotrichum sp. Serangan pada daun menyebabkan terjadinya bercak coklat yang dikelilingi lingkaran berwarna kuning.
Tanaman kakao yang terkena penyakit bercak daun
- Busuk buah monilia yang disebabkan oleh cendawan monilia roreri cif. Biasanya menyerang buah yang masih muda yang ditandai adanya sekresi lendir pada buah.
Buah muda yang terkena penyakit monilia
- Penyakit akar yang disebabkan oleh cendawan akar.
H. Panen
Pohon kakao sudah mulai belajar berbuah setelah berumur satu tahun, ini berbeda dengan kakao pada waktu pertama kali dikembangkan di Indonesia tahun 1990-an yang baru belajar berbuah pada umur 3 tahun. Setelah belajar berbuah, tahun-tahun berikutnya pohon kakao sudah mulai berbuah lebat. Buah yang masak ditandai dengan kulit buah yang berubah warna menjadi kuning atau oranye. Memetik buah kakao tidak boleh dilakukan dengan memutar tangkai buah karena bisa merusak bantalan buah. Pemetikan dapat dilakukan dengan menggunakan pisau atau sabit dengan cara memotong tangkai dekat bantalan buah dengan hati-hati.
Kulit buah kakao yang berubah warna menjadi kuning atau oranye menandakan kakao sudah masak dan siap dipanen.
kunjungan kami ke Glenmore tidak bertepatan dengan musim panen kakao sehingga tidak banyak buah kakao yang masak. Panen besar mungkin baru tiba 4 bulan lagi yaitu pada bulan Desember. Pak Kamto selaku pemandu memberikan beberapa penjelasan seputar tanaman kakao. Sambil mendengarkan penjelasannya, kami amati kakao di sekitar kami, siapa tahu ada yang masak. Setelah mencari ke tengah perkebunan, akhirnya kami menemukan beberapa kakao yang sudah masak, wah… lega sekali rasanya.
Pemandu menjelaskan seputar tanaman kakao
I. Pengolahan Buah Kakao
Setelah mengunjungi perkebunan, Pak Kamto mengajak kami ke tempat pengolahan kakao yang berada tidak jauh dari area perkebunan. Karena belum musim panen kakao, maka di tempat ini tidak ada proses apa pun. Meskipun demikian, Pemandu tetap menjelaskan proses pengolahan kakao mulai dari pencucian sampai pemanggangan.
Setelah dipetik, buah kakao dibuka dan diambil bijianya. Biji ini dikelompokkan menjadi dua yaitu edel dan bulk. Biji kakao kemudian difermentasikan selama tiga hari dalam kotak kayu berukuran 200 cm x 120 cm dengan tinggi 80 m. Fermentasi ini bertujuan untuk menghilangkan lendir pada biji kakao. Suhu fermentasi antara 25⁰C sampai 45⁰C. Setelah difermentasikan, biji kakao kemudian dicuci untuk membersihkan lendir-lendir yang masih menempel pada biji. Setelah itu ditiriskan kemudian dikeringkan selama 2 hari dengan suhu maksimum 70⁰C. Setelah kering kakao dipanggang selama 6 jam. Kemudian masing-masing jenis dipisahkan (disortir) berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan sehingga menjadi biji kakao kwalitas 1, kualitas 2, dan kualitas 3. Kakao yang telah disortir dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di gudang. Kakao yang sudah dipanggang ini siap dikirim ke perusahaan lain untuk diproses menjadi cokelat. Biasanya kakao dari Glenmore ini dikirim ke perusahaan pembuat cokelat di Surabaya.
Tempat dan standar suhu untuk fermentasi
Tempat mencuci dan meniriskan kakao

Tempat dan standar suhu pengeringan kakao
Alat pemanggangan kakao menggunakan bahan bakar kayu

Tempat sortir dan gudang penyimpanan kakao
Seandainya di Glenmore mengolah kakao hingga menjadi cokelat jadi, pasti sekarang ini kami sudah berlomba makan cokelat. Ya, seperti kunjungan ke Kebun kelapa, kami bisa langsung mencicipi dan membeli hasil pengolahan gula kelapa.
Koleksi foto tanaman kakao




































































daerah kudus jawatengah cocok tdk untuk budidaya kakao?
mhon bntuannya.
sms: +6285290940914
terimakasih.
Daerah Kudus berada kurang dari 50 m di atas permukaan laut. Ini berarti daerah ini telah memenuhi salah satu syarat tumbuh tanaman kakao. Curah hujan, suhu, dan kelembaban daerah di Jawa Tengah tidak akan jauh berbeda dengan daerah di Jawa Timur. Kalau lahan yang akan ditanami kakao merupakan tanah yang gembur dan subur dengan persediaan air yang cukup, maka daerah ini bisa menghasilkan tanaman kakao yang berproduksi tinggi. Tetapi apabila beberapa syarat tumbuh tanaman kakao tidak terpenuhi (misal tanahnya kurang subur dan daerahnya kering), maka tanaman kakao bisa saja tumbuh tetapi produksinya kurang maksimal. Disamping beberapa syarat tersebut, pH tanah juga akan berpengaruh pada tanaman kakao. Tanaman kakao akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 6-7,5. Untuk mendapatkan informasi lebih banyak, Saudara Fathur Rohem dapat menghubungi Kalibaru Cottages selaku penyelenggara study tour ke perkebunan kakao di Glenmore Banyuwangi melalui telepon 0343-897333.
Maaf saya mau tanya, saya mahasiswa teknologi pangan yang sedang butuh pengetahuan tentang lendir dari buah coklat… dalam skripsi saya, lendir itu akan saya gunakan.. mau bertanya, manakah cara terbaik untuk mempertahankan keberadaan lendir tersebut.. didiamkan disuhu ruangan atau dimasukan kedalam kulkas? Yang saya pentingkan disini adalah lendir dari tanaman coklat tersebut. terima kasih kak…
Meskipun sudah dipetik dari pohonnya, lendir pada biji kakao yang belum dibuka (masih terbungkus kulit) masih bisa bertahan sampai beberapa hari dengan catatan kulit kakao tidak mengering. Jika kulit kakao kering, berarti lendir pada biji kakao di dalamnya juga sudah hilang. Pada biji kakao yang kulitnya sudah dibuka, maka dalam waktu kurang dari 12 jam akan mulai terjadi fermentasi, jadi sebaiknya lendir pada biji kakao yang kulitnya sudah terbuka segera digunakan. Penyimpanan di dalam lemari es akan memperlambat proses terjadinya fermentasi. Apalagi kulit kakao belum dibuka, suhu di dalam lemari es akan membuat kakao bertahan lebih lama.
Saya mau bertanya lagi…. lendir pada tanaman coklat itu bisa menjadi polusi pada lingkungan kita? Mengapa bisa demikian? apakah ada penanganan tertentu untuk menghindari terjadinya polusi tersebut?
Saya mau bertanya apakah di daerah Nusa Tenggara Timur ( Kupang , Soe ) cocok untuk tanaman Cocoa dan apakah disana sudah ada pengembangan untuk tanaman Cocoa ini dan untuk mendapatkan bibit mohon bisa di emailkan ke email saya di bimohard@yahoo.com
Terimakasih
Salam,
Bimo
Dimana saya bisa beli bibit coklat tersebut?
Sdr. Bimo, saya telah membaca berita di beberapa situs yang berisi berita tentang sentra-sentra perkebunan kakao di NTT. Hal ini menunjukkan bahwa di daerah NTT cocok untuk tanaman kakao. Untuk Kabupaten Kupang sudah ada pengembangannya. Coba saja Anda baca situs pemerintah Kabupaten Kupang. Untuk mendapatkan informasi tentang bibit kakao Anda bisa lihat beberapa iklan di internet yang menawarkan benih kakao ini, atau Anda bisa langsung menanyakan ke Dinas Pertanian setempat, mungkin mereka bisa membantu.
Sdr. Anto, setahu saya Perkebunan kakao di Glenmore Banyuwangi tidak menyediakan bibit kakao, coba saja hubungi http://www.kalibarucottages.com/ telp 0333-897333, mungkin mereka bisa menghubungkan Anda dengan perkebunan kakao di Glenmore. Anda juga bisa melihat beberapa penawaran mengenai bibit kakao di internet, mungkin salah satunya bisa membantu Anda.
saya mw bertanya nih…
apakah bener garam dapur itu dapat menaikkann produksi kakao..
dan bagai mana langkah kita untuk meaikkan produksi kakao tersebut..
trimakasih….
Maaf Sdr. Nico, saya kurang tahu mengenai pengaruh garam dapur pada produksi kakao. Hasil penelitian yang pernah saya baca menyebutkan bahwa garam dapur memang dapat menstabilkan tanah lumpur baik fisik maupun mekanik. Namun demikian, tanah pertanian yang pernah terkena tsunami seperti tanah di daerah Aceh mengandung unsur garam dapur yang berlebihan sehingga kesuburannya berkurang. Setahu saya, kakao bisa tumbuh subur dan berbuah lebat jika ditanam ditempat yang memenuhi syarat tumbuh bagi kakao, disamping itu unsur hara yang dibutuhkan tanaman kakao juga harus terpenuhi. Coba saja Anda mencari buku-buku yang membahas lebih luas mengenai tanaman kakao, semoga Anda akan menemukan jawaban yang lebih memuaskan.
Ass. ibuu yang budiman .
Saya mau nanya ? wilayah saya di lampung timur… mayoritas petani di wil tanaman kakao , yang saya tanyakan pelindung yang benar untuk tanaman kakao itu apa dan apabila saya menggunakan pelindung seperti pisang, pepaya, apakah bisa dan apakah pelindung tersebut ada pengaruhnya dengan tanaman kakao saya. trim .s
Ass. ibu yang budiman , salam sukses selalu buat anda.
Saya mau bertanya lagi buu?
untuk tanaman kakao , yang paling tepat pemupukanya kapan dan pemupukanya berapa tahun sekali? atau perbulan … dan kapan pemangkasan yang paling tepat . trim
ibu yang berbahagia, sehat sejahtra slalu
Saya mau tanya bu?
Untuk tanaman kakao tanah kandungan asam apakah bisa berbuah
baru di tanam sekitar 2 bulan pertumbuhanya bagus.
daerah kalimantan barat Bu?.
bu…kl kulit buah kakao bs d manfaatkan ndak ya??ada tdk perusahaan yg mau membeli kulit buah kakao?
Sdr. Tedi Purwoko, kulit buah kakao bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Tetapi, sebelum digunakan sebaiknya kulit buah kakao tersebut difermentasi terlebih dahulu untuk menurunkan kadar lignin yang sulit dicerna oleh hewan. Fermentasi ini juga berfungsi untuk meningkatkan kadar protein pada kulit buah kakao. Pemanfaatan limbah kulit kakao ini biasanya hanya dilakukan oleh petani untuk menggantikan pakan ternak yang pada musim kemarau biasanya sulit didapatkan. Sedangkan untuk pemanfaatan besar-besaran oleh perusahaan, saya belum pernah menemukannya.
Ibu Widodo Rahayu, mohon maaf saya baru bisa menjawab pertanyaannya sekarang. Pohon pelindung ada dua macam yaitu pelindung sementara dan pelindung tetap. Syarat untuk pelindung sementara adalah: pertumbuhannya tegak, cepat tumbuh, tahan dipangkas, kayunya lunak, dan perakaran samping tidak terlalu banyak. Fungsi pelindung sementara adalah melindungi tanaman kakao muda (belum produktif) yang masih lemah dari sinar matahari yang terik dan tiupan angin kencang dan kering. Pohon pelindung sementara untuk daerah-daerah kering seperti Indonesia bagian timur bisa berupa pohon pisang atau pohon turi. Sedangkan untuk daerah basah bisa menggunakan pohon moghania macrophylla.
Pohon pelindung tetap berfungsi untuk melindungi tanaman kakao yang sudah produktif dari kerusakan sinar matahari dan untuk menghambat kecepatan angin. Pohon pelindung ini harus dipertahankan keberadaannya sepanjang hidup tanaman kakao. Syarat pelindung tetap adalah: pertumbuhannya cepat, percabangannya banyak sehingga bisa memberikan naungan dengan jangkauan yang luas, tahan dipangkas, kayunya keras, tidak mudah patah oleh tiupan angin, tidak disukai hama perusak pohon, dan perakarannya dalam sehingga tidak mudah tumbang. Jenis-jenis pohon yang cocok untuk pelindung tetap adalah: lamtoro/petai cina (leucena sp), sengon jawa (albizzia stipula), sengon laut (albizzia falcata), dadap (erythrina sp), petai (parkia speciosa), kelapa (cocos nucifera), dan jenis pohon glyricidia spium atau glyricidia maculata.
Untuk pemupukan tanaman kakao yang belum produktif dilakukan pada usia 2 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, dan 24 bulan. Pada usia 2, 12, dan 24 bulan hanya diberi pupuk ZA saja sedangkan pada usia 6 dan 18 bulan harus ditambah dengan TSP, KCL, dan kleresit. Untuk tanaman produktif, pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan.
Untuk pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan bisa dilakukan kapan saja apabila dianggap sudah diperlukan. Sedangkan untuk pemangkasan produksi sebaiknya dilakukan pada waktu pohon kakao akan berbunga/berbuah dengan harapan sewaktu pohon kakao mulai berbunga/berbuah makanan dari daun untuk perkembangan buah kakao dapat ditingkatkan.
Sdr. Verry, tanaman kakao bisa tumbuh dan berproduksi optimal pada tanah dengan pH 6 - 7,5 yang berarti tanahnya bersifat netral (tidak terlalu asam atau basa). Tingkat keasaman di daerah yang Anda sebutkan mungkin tidak terlalu tinggi sehingga tanaman kakao masih bisa tumbuh dengan baik, tetapi apakah nantinya bisa berproduksi dengan baik pula?. Untuk tanah yang memiliki pH kurang dari 5 dapat diatasi dengan pemberian kapur. Untuk menaikkan 1 skala pH membutuhkan batu kapur sebanyak 2 ton per hektar atau kapur tembok sebanyak 1.500 kg per hektar.
saya pedagang biji coklat ,, mau tanya apakah bisa membeli biji coklat dari kebun glen more ini,, kalo ya,, dihubungkan dengan siapa untuk harga dan jumlah, thx
kami rekanan perusahaan asing yang membutuhkan kakao organik.
yang saya tanyakan perkebunanan kakao di PT glenmore apakah udah menggunakan sistim organik dalam budidayanya…??
terimakasih..
boleh tau gmana caranya biji kakao yang telah disortir menjadi cokelat konsumsi? apa di glen more ada mesin2nya?
ibu yang cantik saya mo tanya dong soal pupuk,pupuk apa sih bu yang bisa menghasilkan bunga lebat?
Sdr. Roby, setahu saya perkebunan kakao di Glenmore sudah punya rekanan perusahaan di Surabaya yang menampung kakao dari Glenmore.
Sdr. Vandy, Saya kurang tahu sistem budidaya tanaman kakao di Perkebunan Glenmore apakah organik atau tidak, tetapi menurut pengamatan saya kemungkinan besar mereka masih memakai sistem konvensional dengan pupuk kimia.
Untuk Sdr. Topan, di Glenmore tidak ada mesin yang mengolah kakao menjadi coklat konsumsi. Semua kakao yang telah disortir dikirim ke perusahaan rekanan di Surabaya.
Untuk Sdr. Sand, umumnya pupuk yang dipakai untuk memperlebat bunga atau buah adalah pupuk yang mengandung pospor dan kalium. Pospor bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah, sedangkan kalium untuk memperkuat perakaran bunga dan buaha agar tidak mudah rontok. Tetapi untuk menghasilkan produksi yang maksimal tentu diperlukan jenis-jenis pupuk lain yang mendukung pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Bu… Kalou lahan’a miring apakah bisa menghasilkan buah y bagus gk ya?
Cara yg tepat untuk mengatasi pohon yg tumbang bagai mana ya,.?
Tanaman kakao bisa ditanam pada lahan yang miring, akan tetapi lahan harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mudah longsor atau terkena erosi sehingga tidak merusak tanaman kakao. Jika tanah subur, unsur hara dan air cukup, maka tanaman kakao di lahan miring pun bisa berbuah lebat.
Jika pohon kakao yang tumbang masih relatif kecil sehingga tidak mengalami kerusakan yang berarti, sebaiknya pohon diberdirikan lagi, dikasih penyangga, dan akar ditimbun tanah hingga pohon tumbuh normal. Jika pohon yang tumbang sudah besar dan mengalami kerusakan berat sehingga perawatannya sulit sebaiknya dipangkas, dicabut, dan di ganti tanaman yang baru.
perkebunan kakao terbesar dimana ya ?? di indonesia maupun di dunia..
Penghasil kakao terbesar di dunia adalah negara Pantai Gading, sedangkan Indonesia menduduki peringkat kedua. Sentra perkebunan kakao di Indonesia ada di wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.
ass wb,saya br memulai menanam coklat,,,apa yang menjadi pehatiaan utama,trus ada ndak obat untuk mengatasi masalah buah busuk
Sdr. Dedi, pada tahap awal penanaman coklat, sangat penting untuk memperhatikan pertumbuhan tanaman karena tanaman yang tumbuh dengan subur dan sehat tentu akan menghasilkan produksi yang maksimum. Ada banyak hal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain: unsur hara dalam tanah, kecukupan air, tanaman pelindung, pemangkasan, dan sebagainya. Lakukanlah perawatan tanaman tahap demi tahap dengan sabar dan telaten. Untuk mengatasi masalah busuk buah, Anda bisa menyemprot buah coklat dengan fungisida yang mengandung bahan aktif CU seperti Cupravit, Vigitran Blue, Trimilox Forte, atau Cobox dengan konsentrasi sebesar 0,3%. Bisa juga dengan bahan aktif Mankozeb seperti Dithane M 45 dan Manzate 200 sebesar dengan konsentrasi yang sama. Pada musim hujan dapat dilakukan penyemprotan dengan interval waktu 2 minggu.
haloo, saya mau bertanya
saya seorang pemula dalam dunia tanam menanam coklat, ada beberapa istilah yg saya tidak paham yg pertama apa yg dimaksud tajuk? mohon penjelasannya bila perlu ada contoh gambar.
lalu apa yg mesti saya lakukan apa bila ada tunas baru yg muncul di batang bawah (kurang lebih 2-5 cm dari batas tanah)apakah itu tunas air? sedangkan umur tanaman kurang lebih sekitar 2 bulan pada lahan tanam(tamanan yg awalnya dr polibag di pindahkan pada lahan tanam) apakah tunas itu harus dipotong? dan bagaimana apabila tunas itu sudah agak besar dan tingginya sudah menyamai pokok primer, apalah mesti dipotong?
terima kasih…..
Sdr. Usahena, tajuk tanaman adalah bagian atas tanaman yg terdiri dari cabang dan ranting. Tunas yang muncul 2-5 cm di atas tanah adalah tunas air. Tunas-tunas air yang tumbuh dari permukaan tanah sampai jorquette harus dibuang/dipangkas meskipun tunas ini sudah besar dan tingginya sama dengan tanaman primer, pemangkasan ini bertujuan agar tidak mengganggu pertumbuhan cabang primer. Jorquette diusahakan terbentuk pada ketinggian 100-150 cm di atas permukaan tanah. Cabang yang dipelihara 3-4 cabang yang letaknya merata ke segala arah supaya pertumbuhan seimbang.
halooo bu, apa ibu punya email? ada beberapa foto tanaman coklat saya yg mau saya tanya kan dan saya tunjukan pada ibu soalnya saya bingung kalau melalui kata-kata thx u bu
Silahkan dikirim ke twitarsih@yahoo.co.id, semoga saya bisa membantu
bu saya sudah kirim gambarnya pada alamat email ibu ya… thx u.
Sdr Usahena, email Anda sudah saya terima, tetapi gambarnya kurang begitu jelas.
Pada gambar A, yang Anda lingkari tersebut adalah tunas apikal yaitu tunas yang menekankan pertumbuhan ke arah atas (apikal) sedangkan tunas yang tumbuh pada batang atau cabang adalah tunas lateral yaitu tunas yang membentuk percabangan. Menurut saya cabang pada gambar A ini tidak perlu dipotong. Saya lihat pohon pada gambar A ini pertumbuhannya kurang bagus/subur, cobalah rawat dan beri pupuk dengan baik, jika masih sulit berkembang sebaiknya diganti dengan bibit yang baru.
Menurut pengamatan saya, daun pada gambar B itu terkena hama pemakan daun. Hama ini biasanya berupa ulat kantong atau ulat bulu. Coba lihat bagian bawah daun, biasanya ulat bersembunyi disana. Jika ulat ini jumlahnya banyak, maka daun tanaman kakao ini akan habis dimakannya. Untuk mengendalikan hama ini, semprotlah tanaman dengan insektisida seperti dipterex dan thuricide (bacillus thuringiensis).
Tanaman pada gambar C dan D yang paling bagus pertumbuhannya adalah tanaman C, pada tanaman D tumbuh tunas air yang dibiarkan besar sampai menyamai induknya. Sebaiknya tunas ini dipotong saja agar induk tanaman bisa berkembang lebih baik.
Jika kakao mulai berproduksi tinggi (kurang lebih berusia 5 tahun), dapat dihasilkan 1.000 kg (1 ton) biji kakao kering/hektar/tahun. Satu hektar terdiri dari 1.250 batang tanaman kakao.
Buah kakao mulai dari penyerbukan hingga masak membutuhkan waktu 5,5 sampai 6 bulan. Pemungutan buah yang matang biasanya dilakukan 7 hari sampai 14 hari, jika lebih dari itu buah akan terlalu masak dan berkecambah sehingga mengurangi mutu kakao yang dihasilkan. Biasanya kakao tidak berbuah serentak, dalam satu pohon ada yang masih berbunga, buah-buah kecil, besar, dan ada pula yang sudah matang. Panen puncak biasanya pada bulan November dan Desember, kira-kira 20%-30% dari jumlah produksi dalam setahun. Jika semua kebutuhan tanaman kakao terpenuhi (unsur hara, air, dsb) maka tanaman kakao bisa berbuah terus sepanjang tahun. Jika berhenti berbunga sebaiknya segera lakukan perawatan tanaman.
masalah bibit bibit mana yg terbaik bu, kakao lindak atau kakao mulia? mohon sarannya
thx u bgt bu….informasi ibu semuanya sangat berharga terutama bagi saya yg pemula
Sdr. Usahena, kalau masalah baik tidaknya bibit tentu sangat tergantung pada proses pembibitannya. Kalau bibit dipilih dari biji kakao yang bagus dan proses pembibitannya sudah benar, tentu kedua jenis kakao tersebut bisa menghasilkan bibit yang sama-sama bagus. Tetapi kalau yang Anda tanyakan adalah kualitas hasil produksi kedua jenis kakao tersebut tentu masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kakao mulia (edel cocoa) menghasilkan biji kakao yang bulat dan berukuran besar yang biasanya digunakan untuk membuat coklat berkualitas tinggi sehingga harga kakao jenis ini lebih tinggi dari kakao lindak. Namun demikian kakao jenis lindak mempunyai produktivitas yang jauh lebih tinggi dari kakao mulia. Data terbaru yang saya temukan, kakao lindak jenis unggul bisa menghasilkan biji kakao 1,5-3 ton/hektar/tahun, sedangkan kakao mulia maksimal hanya bisa menghasilkan 1,75 ton/hektar/tahun.
mohon penjelasan untuk mendapatkan bibit unggul di daerah NTB dan sekitannya
Sdr. Lutfi, saya belum tahu tempat penjualan bibit kakao di daerah NTB, ada baiknya Anda mencari informasi di Dinas Pertanian terdekat, biasanya mereka mempunyai data-data mengenai tempat-tempat pembibitan tanaman pertanian dan perkebunan.
bunda yang cantik,
saya petani coklat pemula, yg pada saat ini sudah saya garap lebh kurang 4 ha dan alhamdulillah sdh mulai berbunga sebagian, yang menjadi pertanyaan kami adalah,
apa akibatnya bila coklat tdk menggunakan pelindung ? trm kasih mohon penjelasannya
Sdr. Rasyied, pohon pelindung berfungsi untuk melindungi tanaman dari intensitas sinar matahari yang terlalu tinggi dan henbusan angin kencang.
Tanaman kakao termasuk tanaman yang berfotosintesis pada suhu daun rendah. Fotosintesis maksimum diperoleh pada saat penerimaan sinar matahari pada tajuk sebesar 20% dari pencahayaan penuh. Kejenuhan cahaya dalam fotosintesis setiap daun kakao berada pada kisaran 3-30% cahaya matahari penuh. Jika intensitas cahaya terlalu tinggi dapat mengakibatkan proses fotosintesis pada tanaman kakao tidak maksimum sehingga pertumbuhan tanaman terganggu dan produktifitas tidak maksimum. Biasanya tanaman kakao yang mendapatkan intensitas cahaya yang tinggi berbatang kecil, berdaun sempit, dan tanaman relatif pendek.
Hembusan angin kencang yang langsung menerpa tanaman kakao dapat mengakibatkan daun dan ranting patah, bahkan bisa berakibat pada tumbangnya induk tanaman.
saya dari palu tepatnya kab, parigi moutong desa suli indah dusun v kertasari, saya mau tanya bagai mana cara penanganan pohon kakao yang terserang virus VSD , karena saat ini kami petani kakao yang ada di dusun v kertasari terserang virus VSD yang mengakibatkan panen kami terus merosot turun secara derastis, makasi atas bantuannya
Sdr. Arnata, penyakit VSD disebabkan oleh jamur oncobacidium theobromae, mycelium cendawan dapat muncul pada tapak daun tanaman kakao jika kelembaban lingkungan di atas 95%. Pertumbuhan mycelium memerlukan waktu sekurang-kurangnya 30 jam. Untuk membasmi penyakit ini sebaiknya Anda mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
1. Melaksanakan sanitasi tanaman dengan melakukan pemotongan bagian batang atau cabang yang terserang VSD sampai batas batang atau cabang yang sehat. Bakarlah batang atau cabang yang sudah dipotong tersebut supaya bibit-bibit jamur mati. Luka bekas potongan pada batang atau cabang yang masih sehat selanjutnya diolesi fungisida protectant yang bersifat sistemik seperti benlate kemudian ditutup.
2. Mengurangi kelembaban dan meningkatkan intensitas sinar matahariy ang masuk dengan cara pemangkasan atau pengurangan tanaman pelindung dan pemangkasan tanaman kakao yang dirasa terlalu nrimbun dan perlu pemangkasan.
3. Memperbaiki kultur teknis tanaman antara lain dengan drainase terutama untuk daerah datar, sehingga air tidak menggenang.
halooo bu… apa kbrnya?
bu saya mau nanya lg,beberapa bulan yg lalu tepatnya 3 bulan yg lalu saya menanam pohon coklat, yg mau saya tanyakan bagaimana bila beberapa tanaman tsbt tumbuhnya sangat lambat padahal perawatannya sama merata. thx u bu…
Sdr. Usahena, beberapa tanaman kakao yang pertumbuhannya sangat lambat bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: kurangnya unsur hara (pupuk dan air), intensitas sinar matahari yang terlalu tinggi karena kurangnya tanaman pelindung, adanya hama atau penyakit yang menyerang akar atau bagian tanaman lainnya, atau memang bibitnya yang kurang bagus. Coba periksa apakah tanaman terserang hama atau penyakit, beri tambahan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk memperkaya unsur hara dalam tanah, dan coba periksa lagi apakah tanaman pelindung sudah cukup melindungi tanaman dari terik matahari. Jika pertumbuhannya masih kurang bagus, cobalah dengan mengganti bibit yang baru. Semoga berhasil!!
salam kenal, saya doni, lokasi skrg di SBY, saya jg asli BWI
.mo tanya nih, dimana saya bisa dapatkan informasi suplier kakao di BWI. saat ini saya membutuhkan kakao utk diprdagangkan. mohon bantuannya.makasih sebelumnya
Sdr. Doni, setahu saya di Kalibaru ada beberapa perkebunan kakao milik swasta dan milik pemerintah. Alamat persisnya saya kurang tahu, mungkin Anda bisa datang ke Dinas Pertanian Kab. Banyuwangi untuk memperoleh informasi lokasi perkebunan kakao di daerah tersebut. Dengan demikian Anda bisa langsung mendatangi lokasi dan menawarkan kerjasama dengan pemilik perkebunan.
Selamat Siang…
Salam hangat///
saya Febri dari Surabaya. Apakah di perkebuan ini dijual coklat yang siap untuk diolah untuk membuat kue dsb ? Saya kebetulan berniat untuk mencari supplier dalam partai besar.
terima kasih..
Sdri. Febri, di perkebunan ini tidak dijual coklat masak yang siap diolah menjadi bahan makanan. Coklat hanya diproses menjadi biji kakao kering oven yang siap diproses menjadi bubuk coklat dan bahan coklat lainnya.
maju petani kakao,
saya sedang merintis perkebunan kakao di sumatra barat.yg saya tanyakan bila saya menanam kakao bersamaan dengan pelinidung tetap dan pelindung sementara bgaimana?, klo saya nanam pelindung tetapnya 1 thn seblm nanam kakao. cos yg saya butuhkan ternyata lbh bnyak.
trim’s
Sdr. Tohir, jika pohon pelindung tetap/pelindung sementara memang dirasa kurang dan pohon kakao harus segera ditanam, saya rasa tidak masalah jika ditanam bersamaan dengan penanaman kakao. Yang perlu Anda perhatikan adalah memilih pelindung sementara yang pertumbuhannya cepat (misal pohon pisang), pelindung sementara jangan dihilangkan sebelum pelindung tetapnya cukup kuat melindungi kakao di sekitarnya.
salam hangat dari fathir,saya mau nanya nich bagaimana caranya supaya buah coklatnya bisa lebat dan besar basar karena tanaman coklat saya sudah berumur 7 tahun dan sebelumnya saya ucapakan terimakasih
Sdr. Afrianto, tingkat produktivitas kakao dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya: jenis kakao, terpenuhi/tidaknya unsur hara untuk tanaman (pemupukan), pemangkasan, dan ada/tidaknya serangan hama dan penyakit. Kakao jenis lindak mempunyai produktivitas yang jauh lebih tinggi dari kakao mulia. Data terbaru yang saya temukan, kakao lindak jenis unggul bisa menghasilkan biji kakao 1,5-3 ton/hektar/tahun, sedangkan kakao mulia maksimal hanya bisa menghasilkan 1,75 ton/hektar/tahun. Namun dari segi kualitas, kakao mulia lebih unggul dari jenis lindak sehingga harga jualnya lebih tinggi. Kecukupan unsur hara bagi tanaman juga sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman, saya pernah membaca beberapa artikel yang menyebutkan bahwa pupuk organik di samping lebih hemat ternyata juga mampu meningkatkan produksi tanaman kakao. Pemangkasan untuk meningkatkan produksi juga perlu dilakukan dengan cara mengurangi tajuk tanaman yang terlalu rimbun, membuang daun yang kurang produktif dalam menghasilkan makanan, atau membuang bagian tanaman yang patah atau terserang hama dan penyakit. Tanaman kakao yang diberi perlakuan pemangkasan yang benar akan memberikan hasil dan kualitas yang lebih baik (ukuran buah lebih besar dan lebih banyak). Jika tanaman kakao Anda terserang hama atau penyakit sebaiknya segera Anda atasi sebelum produksi kakao Anda turun. Konon kencing semut hitam dapat membantu menanggulangi serangan hama kakao. Di samping itu teknik okulasi atau sambung pucuk juga bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi kakao (untuk informasi lebih lengkap silahkan baca di http://turyanto.wordpress.com/2008/07/26/kencing-semut-hitam-dongkrak-produksi-kakao/).
asslam wr wb
ibu fungsi Mn dan Fe pada daun kakao dan buah kakao itu apa ya bu????
Saya kurang faham dengan fungsi mangan (Mn) dan besi (Fe) khusus pada daun dan buah kakao, tetapi secara umum Mn diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C, berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua, berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim, dan berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi. Kekurangan mangan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, Perubahan bentuk daun, khlorosis, atau mati sebagian.
Zat besi penting bagi pembentukan warna hijau (klorofil) pada bagian tanaman baik daun, batang, maupun buah. Klorofil ini berperan penting dalam proses fotosintesis. Di samping itu Fe juga berperan dalam proses fisiologi tanaman seperti proses pernapasan, dan berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak, dan protein yang akan tersimpan dalam buah. Kekurangan zat besi akan menyebabkan daun berwarna kuning kemudian berguguran.
Mohon informasi dimana belimbing wuluh dapat ditemukan dalam jumlah banyak di daerah Jawa Tengah? Terima kasih.
Sdr. Sutrisno, mohon maaf, saya tidak tahu sentra tanaman belimbing wuluh di daerah Jawa Tengah, karena yang saya tahu tanaman ini hanya ditanam masyarakat di halaman rumahnya sebagai toga atau tanaman sayuran.
Assalamu’alaikum
Kabupaten ponorogo cocok nggak ya buat tanaman kakao?.dan kalau mau belajar cara yang baik dan efektif berkebun kakao apakah bisa?dimana?butuh waktu berapa lama?
dan apakah bisa belajar memproses kakao mulai kita petik dari pohon sampai menjadi coklat batangan atau coklat olahan?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih
Joko
Sdr. Joko, saya tidak tahu persis apakah lahan yang Anda maksud di daerah Ponorogo tersebut memenuhi syarat tumbuh tanaman kakao, tetapi secara umum daerah di Pulau Jawa masih cocok untuk tanaman kakao. Anda bisa belajar menanam kakao dengan cara otodidak dari buku-buku yang membahas tentang budidaya tanaman kakao, bisa juga Anda mencari informasi di internet, atau langsung berkonsultasi dengan Dinas Pertanian setempat. Kalau tidak salah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao berada di Jember dengan Alamat: Jl. PB Sudirman 90, Jember Telp. (0331) 757130, 757132, mungkin Anda bisa mencari informasi lebih banyak di tempat ini. Setahu saya, untuk mengolah kakao mentah menjadi cokelat olahan membutuhkan proses yang cukup panjang, setiap proses membutuhkan alat atau mesin-mesin yang berbeda, sehingga biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Sekarang ini saya masih belum menemukan perkebunan yang mengolah sendiri kakaonya menjadi cokelat olahan, jadi kemungkinan besar Anda tidak bisa belajar di satu tempat, tetapi masih ada kemungkinan belajar dari beberapa tempat yang berbeda asal pemilik memberi ijin.
saya sangat terkesan dengan tulisan anda, saya warga desa glenmore,saya ingin banyak orang mengenal glenmore.
Ibu Tri, kami mau penjelasan tentang penanganan tanaman Kakao yang terserang penyakit akar busuk, apa obat yang tepat utk mengatasinya serta bagaimana pencegahannya, trm kasih atas jawabannya.
Trimakasih atas infonya…
sangat bermanfaat!
saya dari provinsi lampung,tepat nya di kabupaten tanggamus.didaerah saya sudah banyk penanaman kaku,tpi di daerah saya kakau belum mau begitu lembat buah nya,apa karena cuaca masih terlalu dingin apa ada trik-trik tersendiri…..saya sangat berharap agar para pengamat kakau dapat datang ke daerah kami.ini no hp say:081930208560..
saya sangat menunggu kedatangan anda kekampung kami untuk mengadakan penelitian…
terimakasih
asalamualaikum bu,
saya mau tanya apa kebun coklat glenmore bisa di buat untuk PKL ?
saya mahasiswa tahun ke-3 tek. pangan univ brawijaya bu
Ibu, informasi ibu di forum ini sangat bermanfaat dan mulia.
Saya dari daerah Brebes jawa Tengah, mau coba2 tanam ini Kakao, hanya saja lahan nya hanya sekitar 1,500 m2. Apakah bisa tanam hanya dg lahan tsb? Bagaimana pemasaran nya apabila bisa berbuah nantinya?
Banyak terimakasih ya Bu
Bu, mau tanya kalau sebagai pelindung, apakah dengan pohon kelapa yang tinggi atau cukup yang pendek (genjah)?
Berapa tinggi maksimum pohon Kakao?
Thank You
saya mau tanya adakah informasi resmi tentang kakao pada masa ertama kali masuk ke indonesia sampai saat ini.. bagaimana perkembangannya, serta bagaimana pendistribusiannya.. saat ini saya akan memebuat TA tentang produksi danmuseum kakao,, saya memebutuhkan banyak sekali informasi tentang kakao tersebut. terima kasih..
saya mau tanya bu tiwi. saya punya kebun coklat,saya ingin mengolah biji coklat menjadi coklat batangan yang siap untuk dikonsumsi. bisakah ibu memberi masukan kepada saya teknik yang bagus untuk mengolah biji coklat menjadi coklat batangan?
terimakasih sebelumnya