Terapi Air (Metode Menghirup Air Menguap)
Air adalah zat atau materi yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang ada di muka bumi ini. Air menutupi 71% permukaan bumi. Banyak sejarah serta peradaban manusia terbentuk dari tepian sungai seperti Sungai Nil, Tigris dan Efrat, Indus, dan Sungai Kuning. Tidak hanya itu, air juga dapat dijadikan sebagai sarana pengobatan yaitu dengan cara melakukan terapi air. Ada berbagai metode dalam melakukan terapi air salah satunya dengan metode menghirup air menguap.
Cara ini sangat bagus untuk menghilangkan rasa nyeri dada karena infeksi-infeksi pernapasan, meredakan radang tenggorokan atau mengatasi masalah-masalah sinus. Jangan menggunakan metode ini bila Anda mempunyai keluhan asma, jantung atau bila tubuh rentan terhadap panas uap air. Uap air bersifat menyebar sehingga dapat digunakan untuk mencapai daerah-daerah yang tidak dapat dijangkau oleh metode-metode mana pun juga, sebagai sarana untuk perawatan dengan menggunakan minyak-minyak esens.
Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan air yang telah dimasak dalam ketel, kemudian ambil air panas tersebut dan tempatkan di dekat Anda pada posisi yang aman. Duduklah di dekat ketel dan buatlah semacam
kerudung dari lembaran kain yang memungkinkan uap masuk ke hidung. Beri beberapa tetes minyak esens atau beberapa helai daun herbal ke dalam ketel. Usahakan agar uap air langsung mengenai wajah Anda. Hirup uap air dengan pelan-pelan secara mendalam, tetapi berhati-hatilah jangan sampai kulit wajah Anda kepanasan (karena itu perlu dijaga jarak Anda yang aman dengan corong ketel). Juga perhatikan agar air dalam ketel jangan sampai tumpah. Kemudian secara berkala pakailah handuk yang lembap untuk mendinginkan wajah dan dahi Anda.
Ada metode lain yang berkaitan dengan masalah di atas, yaitu dengan menambahkan air mendidih dan beberapa tetes minyak esens ke dalam mangkuk. Kemudian tutup seluruh kepala Anda dengan handuk dan letakkan wajah Anda di atas mangkuk, dan jangan terlalu dekat karena bisa menyebabkan iritasi kulit wajah. Setelah itu pejamkan mata Anda. Hirup secara perlahan-lahan dan mendalam sampai dengan 17 menit atau sampai uap airnya menipis.
Sumber: http://id.wikipedia.org
Yolanda Amirta, Sehat Murah dengan Air, hal 163-164
Leave a Reply