Terapi Semangkuk Sup untuk Kesehatan
Pada umumnya sup berisi sayuran seperti wortel, buncis, kapri, tomat ditambah dengan kaldu yang berasal dari daging sapi atau ayam. Ternyata dibalik kelezatan sajian berkuah ini tersimpan formula super untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita.
Suguhan yang sesuai kondisi cuaca atau kesehatan Anda ini sungguh menggoda. Apalagi jika dihidangkan dengan kondisi sup yang masih panas, pasti akan menjadi salah satu pilihan untuk menghangatkan tubuh.
Istilah terapi sup (soup therapy) mungkin kedengaran agak asing di telinga Anda. Hal ini karena sup biasanya hanya digunakan sebagai makanan, bukan untuk pengobatan. Akan tetapi, menurut pakar kesehatan alternatif dan juga penulis buku popular Secrets of Longevity, Dr. Maoshing Ni, efek penyembuhan dari sup membuat makanan yang dikenal efektif mengusir flu ini pantas dijadikan sebagai salah satu terapi pengobatan.
Apa saja manfaat sup? Berikut uraiannya untuk Anda. Turunkan berat badan, angka obesitas terus meningkat yang peningkatannya diiringi dengan semakin banyaknya kasus penyakit jantung, stroke, kanker, dan diabetes. Anda bisa mencegah hal ini dengan mengonsumsi semangkuk sup setiap hari. Sup bernutrisi dan rendah garam, menurut Ni, berfungsi memenuhi nutrisi tubuh dan mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh.
Berikut beberapa resep yang dapat Anda coba:
1. Sup untuk Kolesterol Tinggi
Kolesterol tinggi memicu datangnya serangan jantung. Diet rendah lemak dan sarat serat amat baik untuk menurunkan kadar kolesterol. Tetapi para ahli gizi mengungkapkan bahwa ada bahan makanan yang lebih baik lagi untuk menurunkan kolesterol dalam darah, yaitu kacang kedelai. Tempe merupakan serat yang bagus untuk menurunkan lemak. Namun Anda pasti tak suka kalau harus makan tempe sepanjang zaman, kan? Nah, mengapa tidak mencoba resep sup kacang kedelai yang lezat ini.
Panaskan 2 sendok teh minyak olive lalu tumis bawang bombay di dalamnya. Tambahkan 1 buah kentang yang sudah dipotong-potong. Tuangkan 300 ml kaldu ikan. Masak sampai kentang hancur. Lumatkan dan tambahkan 300 ml susu kedelai. Aduk sampai jadi sup yang kental. Jangan lupa membubuhi garam, merica, dan bubuk pala.
2. Sup Baik untuk Kelebihan Berat Badan
Penelitian di Prancis menyebutkan orang yang gemar menyantap sup punya bobot yang ideal dibanding mereka yang sama sekali tidak suka makan sup. Ada sup yang pas untuk menurunkan kelebihan berat badan. Anda pasti belum pernah mendengar sup kol untuk diet, kan? Tetapi para pakar di Amerika percaya ini bisa jadi makanan diet yang luar biasa. Sup ini rendah lemak dan kalori. Jadi, meski punya khasiat yang luar biasa, jangan pernah membuat sup dari krim, keju, atau santan kalau Anda kelebihan berat badan.
Cobalah resep berikut, panaskan 2 sendok teh minyak olive dan 1 buah bawang bombay ukuran kecil yang sudah dicincang. Tambahkan 1 tangkai seledri cincang, dan 1 siung bawang putih cincang. Masukkan 200 gram jamur yang dipotong-potong. Masukkan 300 ml kaldu ayam. Bubuhi bumbu yang Anda kehendaki seperti biji pala, cengkeh, atau jahe. Anda bisa membuat sup jadi kental dengan menambahkan maizena atau tepung kanji.
3. Sup untuk Tekanan Darah Tinggi
Sampai saat ini para pakar kesehatan masih percaya, kebanyakan garam dapat memicu naiknya tekanan darah. Karena itu mereka yang kebetulan memiliki “darah tinggi” sangat dianjurkan mengurangi garam. Sayangnya anjuran ini seringkali tidak diindahkan karena masakan tanpa garam tidak menggiurkan. Padahal meski tanpa garam, masakan bisa dibuat lezat. Misalnya, dengan menambahkan bumbu dedaunan atau rempah-rempah bahkan air jeruk lemon, atau mustard kalau Anda suka masakan gaya Barat. Nah, inilah sup tomat yang lezatnya, tetapi bebas garam.
Rebus 4 buah tomat di dalam panci berisi air mendidih selama 10 detik. Tiriskan dan siram dengan air es. Keringkan tomat dan kupas. Parut tomat. Sisihkan. Panaskan 1 sendok makan minyak olive dan tambahkan bawang merah, bawang putih, 1 sendok teh bubuk ketumbar, dan sedikit jintan (kalau suka). Tuangkan tomat parut. Bubuhi cabai bubuk. Aduk sampai mendidih. Masukkan 200 ml air. Masak sampai kental. Bumbu tentu masih bisa diubah sesuai dengan selera Anda.
4. Sup untuk Demam dan Flu
Untuk meredakan gejala demam dan flu, orang sering menggunakan vitamin C. Meski tidak ada bukti yang bisa menunjukkan bahwa diet sarat vitamin C dapat mengurangi gejala flu, toh, para dokter selalu menyarankan penderita flu untuk makan banyak jeruk. Padahal kata ahli, cabai jenis red pepper mengandung 3 kali lebih banyak vitamin C ketimbang jeruk. Kadang cabai yang mirip paprika, tetapi lebih kecil dan berbentuk bel ini, juga ada di Indonesia.
Nah, inilah sup yang bisa Anda buat dari cabai itu.
Potong dua, 3 buah red pepper. Bungkus aluminium lalu oven sampai layu. Panaskan 1 sendok makan minyak dan masukkan bawang merah, bawang putih, 1 buah cabai merah, dan potongan red pepper. Tambahkan 200 gram tomat cincang. Masak sampai layu. Tuangkan kaldu sayuran dan masak selama 20 menit. Sajikan panas-panas untuk melancarkan pernapasan Anda akibat hidung tersumbat.
Dikutip dari berbagai sumber
Leave a Reply