Umbi Suweg, Alternatif Pangan Kaya Manfaat
Suweg merupakan tumbuhan herba yang menahun, batangnya berbentuk tegak, lunak, halus berwarna hijau atau hitam belang-belang putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan suweg. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter, tergantung umur dan kesuburan tanah.
Umbi suweg berpotensi sebagai pangan alternatif diet bagi penderita diabetes millitus karena nilai IG-nya cukup rendah yaitu sebesar 42. Berdasarkan kajian inilah umbi suweg termasuk dalam bahan pangan yang memiliki nilai IG rendah (kurang dari 55).
Selain itu, konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis.
Karena kandungan zat glucomanan yang ada di dalamnya. Suweg merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen tinggi. Umbinya besar mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadu padankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern.
Sayangnya umbi ini semakin tidak diminati dan bahkan mulai langka. Padahal suweg sangat potensial sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. Suweg dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mie, tahu, kosmetik, dan roti. Tepung suweg dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk menekan peningkatkan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki IG rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.
Suweg sebagai jenis umbi-umbian besar jarang diolah dan dikonsumsi masyarakat karena dengan cara pengolahan biasa bisa menimbulkan gatal-gatal di lidah. Di Filipina umbi suweg sering dijadikan tepung sebagai pengganti terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat suweg telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan, misalnya bahan pembuatan mie instan.
Tidak hanya dapat dijadikan pengganti terigu, ternyata tepung suweg (Amorphophallus campanulatus BI) siap menyaingi oatmeal instan. Dibandingkan dengan tepung garut ternyata kandungan serat tepung suweg lebih tinggi. Tepung garut memiliki nilai total serat pangan hanya 9,89 persen sementara serat tepung suweg yang teruji ternyata mencapai 15,09 persen.
Kandungan gizi
Adapun kandungan gizi dari 100 gram suweg adalah :
- 69 Kalori
- Protein 1,0 gr
- Lemak 0,1 gr
- Karbohidrat 15,7 gr
- Kalsium 62 mg
- Fosfor 41 mg
- Besi 4,2 mg
- Vitamin B1 0,07 mg
- Air 82 gr
- Bagian yang dapat Dimakan 86 %
Sumber: http://id.wikipedia.org/, http://berita.kapanlagi.com/, & http://health.kompas.com/
Leave a Reply