Yang Antik Nan Cantik di Festival Malang Kembali IV (3)
Kali ini, yang antik nan cantik di Festival Malang Kembali IV akan menyoroti masalah makanan rakyat tempoe doeloe. Memang tidak semuanya dapat saya rasakan, namun ada beberapa jajanan khas yang menarik perhatian saya.
Yang pertama adalah es gandoel (es dengan pegangan pohon padi). Bahannya terbuat dari es batu, sirup, dan pohon padi (damen). Cara membuatnya? Gampang… Es batu dipasrah, kemudian dipadatkan di batok kelapa, kemudian disiram sirup, lalu ditempatkan di wadah, terus tengahnya diberi batang pohon padi. Jadi deh!! Es gandoel ini dijual di Festival Malang Kembali IV dengan harga Rp 1.000.
Berikutnya adalah es poeter. Es poeter ini biasanya disebut juga es tong-tong. Dengan harga Rp 2.000, kita bisa menikmati sajian es poeter yang manis dan gurih.
Selanjutnya adalah gulali. Ada 2 jenis gulali yang saya temukan di sini. Gulali dari gula merah dan gula putih. Yang tebuat dari gula merah warnanya coklat tua, sedang yang gula putih berwarna merah bata. Gulali gula merah rasanya lebih legit bila dibandingkan dengan yang terbuat dari gula putih.
Yang lainnya adalah arbanat. Sejenis kembang gula, namun lebih kasar. Harganya Rp 2.000. Kebetulan arbanat yang saya beli agak unik. Ada lapisan kue (seperti bagian luar kue dadar gulung) di bawahnya. Jika dimakan bersamaan akan mengurangi rasa manis arbanat. Enak…!!!
Yang khas dan selalu ada di Festival Malang Kembali IV adalah Roti Moho. Ini adalah makanan yang selalu saya cari di Festival Malang Kembali IV. Bentuknya seperti roti kukus, tapi rasanya tidak semanis roti kukus. Harganya Rp 1.250. Dari salah satu penjual yang saya wawancarai, dalam satu hari selama di Festival Malang Kembali IV ini dia bisa menjual 1.000 biji Roti Moho. Wooow!!! Sempat saya tanya, dimana dia menjual Roti Moho selain di Festival Malang Kembali. Dengan rendah hati, dia menjawab, ” Roti Mohonya memang khusus dijual selama Malang Tempo Doeloe saja Mbak, supaya peminatnya kangen.”
Selain jajajan di atas, masih banyak jajanan khas tempo doeloe yang disediakan, misalnya umbi-umbian, gatot, tiwul, iwel-iwel, lupis, horok-horok, bledhus, ampok, gula kacang, krip-krip, dll. Tertarik mencoba? Tunggu satu tahun lagi ya!!
Artikel terkait: Yang Antik Nan Cantik di Festival Malang Kembali IV (1), Yang Antik Nan Cantik di Festival Malang Kembali IV (2)







Leave a Reply